Saturday, December 7, 2013

Media TIPIKOR - Edisi: 54/MTip/2013

Komplik Agraria Subulussalam
Drs. Alihusen sambo : Ir. Netap Ginting Berkolaborasi Dengan PT. MSSB

Subulussalam, (Media TIPIKOR)
Komplik agraria Subulussalam terkait perjanjian antara masyarakat Batu-batu Singgersing kecamatan Sultan Daolat Sambo dengan pihak perkebunan PT MSSB (Mitra Sejati Sejahtra Bersama) belum juga mendapat nota kesepahaman bahkan semakin meruncing dengan adanya indikasi penghianatan surat kesepakatan yang dilakukan oleh PT MSSB  dan campur tangan Netap Ginting salah seorang anggota DPRK  Subulussalam komisi B yang tidak mengetahui latar belakang mengenai bagaiman PT. MSSB  mencaplok tanah hak ulayat sultan dolat sambo serta tidak mengetahui latar belakang sejarah kerajaan sultan dolat sambo yang berada di wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
 “Kalau memang Nettap mau mencampuri dan membela pihak PT. MSSB semestinya harus mengerti historis wilayah konflik, sebab sebelum Nettap lahir, tanah Kesultanan Daulat Sambo sudah diakui oleh pemerintah  Nanggroe Aceh Darussalam yang dulu beribukota Kutaraja dan salah satu kerajaan yang menolak kolonial Belanda serta satu-satunya suku  pak-pak yang berada  di wilayah Aceh serta seluruh rakyat Aceh mempertahankan wilayahnya dari penjajahan kolonial Belanda. Lokasi komplik lahan ini merupakan pusat sejarah Aceh ketika salah satu komandan perang Belanda yang digantung di Kuta Radja dikarenakan kegagalannya ditahun 1896 menaklukkan dan menghancurkan benteng serta pasukan Sultan Daulat Sambo yang terjadi di desa Batu-batu sekarang ini dikelola oleh perusahaan perkebunan PT. MSSB yang serakah dan tidak peduli akan nasib warga sekitar perkebunan di kawasan Desa Batu-batu serta keturunan  keluarga besar Sultan Daulat Sambo,  padahal warga sudah merelakan meninggalkan kampung  lamanya  Simboling untuk di jadikan kebun inti dan plasma oleh PT.MSSB”, ujar Alihusen Sambo selaku ketua sulang silima marga Sambo se Indonesia, Minggu (31/8) diruang kerjanya.
Alihusen menambahkan bahwa Sultan Daulat Sambo Ditahun 1982 telah dinobatkan pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam sebagai pahlawan Aceh, “Bukan seperti ucapan Nettap ditelephon seluler yang mengatakan tidak ada tanah ulayat Sultan Daulat Sambo, kalau memang warga Aceh mestinya tidak pernah lupa akan jasa-jasa pahlawan ? apa dikarenakan fasilitas dari PT.MSSB yang diterima sehingga mengesampingkan sejarah? atau jangan-jangan Nettap punya saham didalam perkebunan itu? tolonglah gunakan hati nurani dan akal sehat apakah tidak malu dengan partai pendukung”, ucapnya lagi.
Masih menurut Alihusen tidak ada yang bisa merubah nasib dan kehidupan masyarakat sekitar serta keturunan Sultan Dolat Sambo apabila seorang wakil rakyat saja sudah tidak lagi memikirkan kepentingan rakyat, “Kalau Nettap berkolaborasi dengan PT.MSSB kami hanya meminta pihak PT.MSSB menepati janjinya kepada masyarakat dan keturunan Sultan Daulat Sambo yang akan membagi kebun Plasma sesuai komitmen ditahun 2008 silam”, ucap Alihusen.
Nada kecaman juga diucapkan oleh MRP Angkat selaku Anggota Plasma Kebun didampingi tokoh pemuda Subulussalam Wali Bancin, “Tolong pelajari dan telaah dulu surat edaran Mentri Kehutanan tertanggal 12 maret 2004 NO: S. 75/II/2004 tentang masalah hukum adat dan tuntutan kompensasi ganti rugi oleh masyarakat Hukum Adat yang diedarkan kepada Gubernur, Walikota, Bupati se-Indonesia. Jadi jangan asal-asalan berbicara tanpa menguasai permasalahan apalagi Netap Ginting adalah seorang anggota Legislatif yang berpendidikan formal sarjana, tolong sedikit berpikiran intelektual jangan arogan saja yang dinampakkan”, Kesal MRP Angkat Senin (1/9) di Subulussalam.(Jhonter)

Kunjungan PU Media TIPIKOR ke Perwakilan Sumsel  

Sumsel, (Media TIPIKOR)
Bertempat di Indra Laya ibu kota kabupaten Ogan Ilir, Senin (12/8), Kepala Perwakilan Media TIPIKOR Provinsi Sumatera Selatan Periyandi, SH didampingi Suparman S selaku wakil Kepala Perwakilan Media TIPIKOR Provinsi Sumatera Selatan menerima kunjungan Media TIPIKOR Pusat yang dipimpin langsung Pimpinan Umum Media TIPIKOR M Nasir SE didampingi Lisbon Hendra H DS (Redaktur Pelaksana) dan Parid Wajdi (Dewan Redaksi).
Kunjungan delegasi tersebut bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem renumerasi yang diterapkan manajemen Perwakilan Media TIPIKOR Provinsi Sumsel sejak bergabung di Media TIPIKOR sebagai lembaga sosial atau pranata sosial yang melaksanakan kegiatan jurnalistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi.
Dari kunjungan ini M Nasir SE berharap Manajemen Media TIPIKOR Sumsel dapat mengadopsi sistem renumerasi yang diterapkan Manajemen pusat.
“Saat ini, posisi dan fungsi Media TIPIKOR di provinsi Sumsel sebagai kontrol sosial yang didalamnya terkandung makna demokratis memiliki unsur social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan), social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat), social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah) dan social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah) masih dalam masa transisi menuju hasil yang lebih maksimal sehingga harus banyak melakukan pembenahan di berbagai sektor setiap divisi," ujar Pimpinan Umum Media TIPIKOR tersebut.
Beliau menambahkan, selain memegang teguh konsep komitmen, keteladanan, profesionalisme, integritas dan disiplin yang sesuai dengan Undang-Undang didalam melakukan koordinasi ke seluruh pihak masyarakat, instansi Pemerintahan, instansi TNI/Polri, instansi BUMN/BUMD maupun BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Selatan tidak kalah pentingnya juga menjaga nama baik institusi.
"Salah satu fungsi Perwakilan adalah sebagai penanggung jawab nama baik Media TIPIKOR, oleh sebab itu bila ditemukan indikasi tindak-tanduk oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan Media TIPIKOR segera tangkap dan seret ke kantor polisi terdekat atau informasikan ke manajemen Redaksi Media TIPIKOR Pusat," ucap beliau.
Pertemuan selama lebih kurang 35 menit tersebut berlangsung cukup hangat dan akrab bahkan bernuansa familiar terlebih diketahui bahwa M Nasir SE selaku Pimpinan Umum Media TIPIKOR juga berasal dari Sumatera Selatan.
"Sumsel adalah tanah kelahiran saya, sebagai wong kito bahagia sekali rasanya berada di sini bertemu dengan saudara sekaligus teman yang se idealis," tutur M Nasir dibarengi apresiai positif dari seluruh peserta pertemuan.
Sementara itu Periyandi SH selaku kepala perwakilan Media TIPIKOR Sumsel merasa sangat terhormat atas kunjungan Pimpinan Umum Media TIPIKOR tersebut. Menurut Periyandi kunjungan ini sangat bermanfaat karena dapat menambah motivasi dan rasa percaya diri manajemen Perwakilan Media TIPIKOR Sumsel untuk terus dapat mewujudkan visi dan misi Media TIPIKOR sebagai sosok wadah virtual yang memberikan ruang bagi publik untuk berpartisifasi aktif dalam memberantas korupsi, menginformasikan, melaporkan berita, menulis analisis, dan membangun jaringan anti korupsi serta memberikan kritik dan saran dalam penciptaan wahana komunikasi masa yang bersih, transparan, partisipatif, akuntabel, kompeten, jujur dan profesional dalam mewujudkan media alternatif yang konsen mengawal isu KORUPSI.
Periyandi menghimbau seluruh Biro Media TIPIKOR di kabupaten kota provinsi Sumatera Selatan untuk saling berkoordinasi dengan baik dalam menjalankan tugas jurnalistik secara professional sesuai undang-undang pokok pers nomor 40 tahun 1999 dan kode etik yang telah ditetapkan sebagai landasan operasional, "Intinya adalah komunikasi. komunikasi menciptakan pemahaman bersama dalam mengubah persepsi bahkan perilaku, komunikasi juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan betapa efektifnya sebuah kerja sama dan mengkoordinasikan setiap strategi kita untuk mencapai tujuan", ujar Kepala Perwakilan Media TIPIKOR Sumsel tersebut menghimbau.
Pada kesempatan ini, rombongan Media TIPIKOR Pusat menyempatkan diri untuk berkunjung ke Jakabaring Gelora Sriwijaya kota Palembang yang sedang dalam perhalatan untuk persiapan sebagai tuan rumah event ISLAMIC SOLIDARITY GAMES III (Ajang olahraga multinasional yang melibatkan para atlet dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam di bawah pengawasan Islamic Solidarity Sport Federation) yang akan dimulai 22 September 2013 mendatang.(Suparman S)

Kapolda Kroscek Pola Pengamanan Pilkada Ulang Sumsel

Ogan Komering Ulu, (Media TIPIKOR)
Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Saud Usman Nasution Kroscek sekaligus memberi pengarahan kepada personil Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Kamis, (29/8) di Wisma Ganesha PT Semen Baturaja seputar persiapan penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Sumsel yang dijadwalkan akan diselenggarakan tanggal 4 September mendatang.
Tampak hadir Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi, Ketua KPUD OKU Dra Umi Rachmawati.MSi, Ketua Panwaslu OKU Holidi Djakfar dan unsur muspida OKU.
Dalam pengarahannya Kapolda mengatakan, kunjungan yang ketiga kalinya ke Kabupaten OKU ini dalam rangka mengecek kesiapan PSU Pilkada pola pengamanan satu TPS satu polisi dan dua linmas.
Polres OKU juga mendapat backup 92 personel dari Polres OKI dan 207 personel dari Polres Mura.
Kapolda mengingatkan agar seluruh polisi harus bertanggung jawab penuh tidak ada kotak suara dibuka tanpa sepengetahuan polisi yang ditugaskan menjaga di TPS bersangkutan.
Polisi juga harus koordinasi dengan panitia pengawas pemilu bila ada masalah di lapangan. Polisi tidak boleh bertindak dan mengambil langkah sendiri.
Ikut serta dalam rombongan Kapolda antara lain Kabid Propam Kombes Pol Eko Sukrianto, Kasat Brimob Kombes Pol Sugeng, Dir Polair Kombes Pol Omad dan Koorspri AKBP Prasetyo.(Fer)

Dua Anggota Polres Dairi di Pecat Tidak Hormat

Sidikalang, (Media TIPIKOR)
Anggota Polres Dairi Briptu Sas dan Es akhirnya diberhentikan dengan tidak hormat (dipecat) dari anggota Polri. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran berat berupa tidak disiplin malalaikan tugas atau meninggalkan tugas berulang- ulang.
Kapolres AKBP Enggar Pareanom Ssos SIK menjelaskan keduanya adalah Briptu SAS dari satuan Sabhara dan ES bertugas di Baton Palmas , “Pemberhentian sesuai surat Kapolda Sumut Briptu SAS secara tidak Sah meninggalkan tugas selama lebih dari 30 hari berturut-turut sedangkan ES telah dijatuhi hukuman Disiplin lebih dari tiga kali”, ucapnya kepada wartawan, Selasa (20/8) di ruang kerjanya.
Enggar menambahkan bahwa pembenahan harus dimulai dari internal sehingga wibawah Polri tetap terjaga dimasyarakat, “Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi anggota Polri Khususnya Bagi Anggota Polres Dairi untuk menjadi siplin, taat peraturan, dan menghindari perbuatan tercelah”, ujarnya.(JPS)

Oknum Satlantas Polsek Helvetia Dinilai Arogan

Medan, (Media TIPIKOR)
Fenomena sang penegak hukum dalam menjalankan tugas bertindak semena-mena dan bertindak arogan ini terlihat di jalan Kapten Muslim tepatnya pasar Sei Sikambing Medan Helvetia, oknum Polantas Helvetia tersebut terlihat membentak pengendara yang terbukti melanggar aturan berlalu lintas.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang pengendara sepeda motor, Sabtu (31/08), yang meminta agar namanya tidak di publikasikan kepada wartawan, selama operasi razia terlihat sikap arogansi dan tidak manusiawi yang dilakukkan oleh oknum Polantas helvetia yang melaksanakan tugas tersebut.
"Banyak kejanggalan yang saya lihat dari operasi ini, yang jelas saya melihat tindakan arogansi oknum Polantas dalam menjalankan tugasnya, mereka membentak bahkan menendang motor para pelaku pelanggar lalu lintas," jelasnya.
Perlakuan tidak menyenangkan juga dialami pengendara sepeda motor lain, salah seorang pengendara korban razia dengan cara sangat tidak lazim yang berhasil diwawancarai mengaku sangat shock atas perlakuan oknum polantas helvetia tersebut, “Aku distop seperti mau menangkap anak ayam aja bang. Ditengah-tengah dia berdiri persis mau menguber anak ayam. Ku lihat pun dia sendiri merazia di pajak sei-sikambing ini. Sedangkan yang lain bang, distop enggak berhenti, ditunjang (tendang-Red) bang motornya”, ucapnya menjelaskan kepada wartawan sembari meminta namanya agar tidak terpublikasi.
Masyarakat pedagang pasar Sei Sikambing juga meresa resah melihat perilaku oknum Satlantas yang melakukan penangkapan terhadap pengendara sepeda motor tanpa jelas alasannya. Bahkan salah seorang pedagang yang melihat cara tindakan oknum Satlantas tersebut arogan tidak seperti layaknya petugas. Masyarakat yang merasa resah tersebut mengatakan, “satu minggu oknum polisi itu melakukan razia sendiri bang. Bahkan, jalan kecil seperti jalan Jawa di Sei Sikambing ini pun dilantaknya aja bang. Nangkap orang seperti nguber-nguber ayam. Plank tidak ada, Perwira pun tidak ada. Gimana itu bang ?", ucap salah seorang pedagang.
Sebelumnya saat dikonfirmasi ke Kapolsek Medan Helvetia AKP Anggoro Wicaksono melalui via sms, Rabu (28/8) sekira pukul 18.06 Wib  mengenai razia yang dilakukan oleh personilnya, mengatakan siapa nama anggotanya yang melakukan razia tersebut. “Siapa nama anggotanya itu ?”, balasan sms dari AKP Anggoro Wicaksono.
Sementara, oknum Satlantas yang dikomfirmasi wartawan, Rabu (28/8), disalah satu warung kopi di pasar sei-sikambing tepatnya disimpang jalan jawa saat oknum satlantas tersebut duduk, oknum Satlantas tersebut memaki dan mengucapkan kata-kata kotor. “Anjing, Babi, Kon***L, bukan urusan kau ini. Ku suruh nanti orang IPK nikam kau”, ucap Oknum Satlantas tersebut kepada wartawan.
Bahkan oknum Satlantas tersebut sempat mengucapkan bahwa Kapolsek Medan Helvetia bukan atasannya di Polsek. Siapa itu Anggoro ? gk kenal aku. Bukan atasan ku itu. Atasan ku Kanit”, ucap Oknum Satlantas tersebut dengan lantang dihadapan wartawan sambil memaki dan menghina wartawan.(MS)

0 comments:

Post a Comment

 
Free Website TemplatesFreethemes4all.comFree CSS TemplatesFree Joomla TemplatesFree Blogger TemplatesFree Wordpress ThemesFree Wordpress Themes TemplatesFree CSS Templates dreamweaverSEO Design